Senin, 27 Desember 2010

Kejujuran Musik Rock

Mungkin judul di atas dapat mewakili rasa kerinduan pencinta musik rock di indonesia saat ini. Seperti yang kita bisa lihat sekarang di TV dan radio, musik indonesia telah didominasi oleh band band yang beraliran musik pop yang mendayu dayu dan kebanyakan berisikan lirik tentang cinta (cinta jenis kelamin) ,mabuk cinta, patah hati,selingkuh, dan sejenis sejenis yang lain nya. Saya sendiri bingung dengan keadaan musik indonesia seperti ini, apakah ini sebuah kemajuan karena musik dengan nada melayu yang notabennya adalah suku bangsa kita telah berhasil menjadi “raja” di negeri sendiri, atau sebuah kemunduran karena hanya satu aliran musik ini saja yang mendominasi. Padahal kalau kita hubungkan dengan keragaman negeri kita, harusnya musik kita beragam sesuai masyarakatnya yang multikultur dan heterogen. Sudahlah tidak akan ada habisnya kalau kita bahas tentang keadaan musik kita sekarang ini, seperti hal nya kita membahas lebih dahulu mana telur atau ayam? Haha.


 Bicara musik rock, mungkin buat para pendengar baru atau orang  “awam” tentang musik ini, menggambarkan kalau musik rock itu identik dengan musik teriak, ngebut, dan minim harmnisasi. Tapi menurut saya musik rock yang benar benar rock adalah musik yang jujur. Mengapa saya bisa bilang demikian? Karena musik rock (yang benar benar rock) terasa real for me. Saya sendiri adalah produk atau generasi muda yang lebih suka mendengarkan musik rock dari nabi-nabinya. Seperti,  Iwan Fals, Slank, Seringai, Superman Is Dead, John Lennon, Megadeth, Metallica, Slayer dan lain lain.



Karena setelah saya pelajari sisi lirik mereka yang bersifat politis dan mereka tidak ragu untuk menyerang kaum kaum fasis yang berusaha menyeragamkan pemikiran manusia.  Saya merasakan kejujuran di situ, dan hal itu sangat bisa mewakili negara ini, negara kita dimana para politisinya hanya menjual janji janji tanpa bukti dan ada sebagian warga negaranya membentuk suatu organisasi yang tujuannya untuk menghakimi sepihak, memaksakan kehendak dan ingin menyeragamkan bangsa ini dan tanpa mereka sadari kalau masyarakat kita masyarakat yang multikultur. Saya rasa cukup curhat colongan saya. Haha. Kembali ke inti, menurut saya isi lirik musik rock terasa real karena  tidak berusaha menggurui, menceramahi atau mencuci otak. Kalaupun tercuci otak saya, saya rasa otak saya “tercuci” in the right way, karena kita sebagai generasi muda masih banyak hal dan masalah krusial yang harus kita pikirkan di dunia ini daripada harus selalu memikirkan cinta terhadap lawan jenis, patah hati dan kawan kawannya. Inilah musik rock menurut saya, musik yang jujur dan mendidik. Hidup terus musik rock indonesia!